Contoh Surat Hutang Piutang Antar Pribadi Dengan Jaminan

Contoh Surat Hutang Piutang Antar Pribadi Dengan Jaminan
5 (100%) 1 vote[s]

Contoh Surat Hutang Piutang Antar Pribadi Dengan Jaminan

Surat Hutang Piutang Antar Pribadi Dengan Jaminan – Hutang piutang yang biasanya terjadi diantara pihak pertama dan pihak kedua, harus dibuat resmi dengan membuat surat perjanjian hutang piutang. Agar kedua belah pihak tidak dirugikan satu sama lain. Seperti pada contoh Surat Hutang Piutang Antar Pribadi Dengan Jaminan, agar jaminan tersebut dapat digunakan untuk menjaminkan pihak yang berhutang untuk membayar hutangnya tepat waktu.

Tetapi biasanya jika pihak yang berhutang tidak membayar atau tidak sanggup membayar, maka jaminan tersebut boleh digunakan pihak pemberi hutang sebagai ganti dari hutang yang tidak dibayarkan. Jaminan tersebut bisa berupa apa saja, namun kebanyakan adalah barang berharga yang dapat dijual kembali senilai hutang itu sendiri.

Cara Membuat Surat Hutang Piutang Antar Pribadi Dengan Jaminan

 

SURAT PERJANJIAN UTANG PIUTANG

Di hari Senin tanggal 19 Oktober 2018 kami yang bertandatangan di bawah ini, menyetujui membuat surat perjanjian hutang piutang. Yaitu :

Nama                    : Agung Mulyadi

Pekerjaan           : Staf Tata Usaha SMU 59 Bandung

Usia                       : 30 Tahun

Alamat                  : Jl Mentari Timur No 27 Bandung

Untuk selajutnya disebut pihak pertama.

Nama                    : Rega Darmawan

Pekerjaan           : Pengusaha

Usia                       : 35 Tahun

Alamat                  : Gg. H. Bahlawan No 9 Bandung

Untuk selanjutnya disebut pihak kedua.

Melalui surat perjanjian ini dibuat ketentuan-ketentuan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Diantaranya yaitu :

  1. Pihak pertama telah menerima uang sebesar Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah) dari pihak kedua yang dimana uang tersebut adalah hutang/pinjaman,
  2. Pihak pertama bersedia memberikan jaminan berupa surat rumah yang nilainya kurang lebih sama dengan jumlah hutang tersebut.
  3. Pihak pertama berjanji akan melunasi hutang ini dalam tenggang waktu selama 6 bulan saja, terhitung dari setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.
  4. Bila nanti di kemudian hari ternyata pihak pertama tidak dapat membayar hutangnya, maka pihak kedua memiliki hak penuh atas barang jaminan tersebut baik untuk milik pribadi maupun untuk dijual kembali.
  5. Surat perjanjian ini dibuat dua rangkap dengan materai yang memiliki kekuatan hukumnya masing-masing, baik untuk pihak pertama maupun untuk pihak kedua.
  6. Surat perjanian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sadar, dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Baca Juga :  Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil Formal

Demikian surat perjanjian ini dibuat bersama-sama, dan di depan para saksi. Juga dalam keadaan sehat jasmani dan rohani yang dijadikan pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

Pihak Pertama                                                                                                                   Pihak Kedua

Agung Mulyadi                                                                                                                  Rega Darmawan

Saksi

  1. Mini Permatalita
  2. Diah Ayu
  3. Sanggara Putra
  4. Dea Juana

Demikian contoh surat hutang piutang antar pribadi dengan jaminan, yang bisa dijadikan bahan refrensi. Semoga membantu.

Baca Juga :